Selasa, 27 Oktober 2015

HRM I (pertanyaan-pertanyaan interview yang sering digunakan )

Beberapa Contoh Pertanyaan Interview Kerja Beserta Jawabannya dan Tips Memberikan Jawaban yang Benar

pertanyaan wawancara kerja
Agar lebih jelas dan setiap anda yang membaca ulasan tips interview ini bisa mendapatkan ilmu yang sesuai dengan bagian atau perusahaan yang ditempati mengajukan lamaran, maka ada baiknya dikelompokkan dalam beberapa poin penting. Tapi sekalipun demikian ada beberapa pertanyaan yang memang hampir semua perusahaan mengajukannya sehingga juga harus diperjelas bagaimana bentuknya dan apa saja jawaban yang baik untuk itu. Namun perlu pula diketahui bahwa ini adalah bukan suatu yang pasti, bisa jadi karena kreativitas penguji sehingga ia memunculkan beberapa pertanyaan yang sifatnya jarang ditanyakan. Untuk itu, Anda juga seharusnya membayangkan apa saja kemungikinan yang muncul nantinya beserta bagaimana menjawabnya dengan baik agar nantinya tidak kaget dan grogi.
Di bawah ini adalah contoh pertanyaan interview yang sering keluar saat wawancara kerja yang penulis alami sendiri dan yang didapatkan dari berbagai sumber situs loker di Indonesia. Menariknya, karena kami akan mengurut dari awal yang apa saja yang lebih dulu ditanyakan HRD atau bagian kepala kepagawaian hingga akhir wawancara dilakukan:

1.  Maaf, ini dengan pak ……. ya? Apa kesibukan Anda saat ini?

Ini yang lazim ditanyakan di saat interview kerja baru dimulai, sebagai pembuka pembicaraan. Tapi mengenai pertanyaan yang kedua di atas sebenarnya ingin memastikan saja bahwa saat ini kamu sedang Free atau tidak sedang bekerja di tempat lain, untuk itu jawablah dengan tepat dengan menyebutkan bahwa kesibukan kamu saat ini adalah sedang melamar di beberapa perusahaan. Jika tidak, maka bisa dengan menyebutkan sampingan yang ada hubungannya dengan bidang yang kamu lamar di perusahaan tersebut agar lebih meyakinkan bahwa kamu memang cocok ditempatkan di bidang tersebut. Biasanya juga pada bagian ini si penguji ingin menggali lebih banyak profilmu, terutama soal tempat tinggal. Jika saat ini kamu tinggal di luar kota dan jaraknya sangat jauh dari tempat kerja yang kamu tempati melamar saat ini maka sebaiknya jangan terlalu polos dengan menjawab sebenarnya, kalau bisa sebutkan saja kalau sekarang ini tinggal di rumah keluarga yang tidak jauh dari kantor.

2.  Apa yang anda ketahui dari Perusahaan kami?

Ini juga sering ditanyakan untuk menguji apakah kamu melamar di sana memang karena betul-betul paham sistem kerja dan produknya atau hanya sekedar ikut-ikutan dan karena kepepet. Di sini kamu harus berikan info sedetail mungkin yang kamu tahu tentang perusahaan tersebut, mulai dari visi dan misinya, produk unggulannya, sejarah dan profil manajemennya, kelebihan dan kekurangannya, pandangan masyarakat terhadap layanannya dan lain sebagainya. Tapi sekalipun demikian jangan sampai memperlihatkan kalau kamu sok tahu, tapi cukup ‘cari muka’ kalau kamu punya rasa ingin tahu yang besar dan tahu apa yang harus dilakukan kalau seandainya diterima. Dan lebih penting lagi, usahakan menyampaikan kalimat yang seakan kamu sangat senang dengan kinerja perusahaan dan sangat berminat untuk dilibatkan dalam pengoperasiannya.

3.  Bagian apa yang anda lamar dan seberapa ahli anda dengan bagian tersebut?

Pertanyaan awal di atas hanya untuk mengetahui bahwa memang betul anda yang membuat dan mengirim lamaran tersebut dan yang selanjutnya adalah untuk mengukur seberapa pantas anda untuk diterima bekerja pada perusahaan tersebut. Jawaban yang paling baik untuk ini adalah dengan mengatakan bahwa ‘saya sudah lama bergelut dalam bidang ini dan senang dengan pekerjaan tersebut!’ Secara tidak langsung ini memberi jawaban bahwa anda sudah tahu persis dengan alur kerjanya dan bisa dibilang sangat ahli untuk urusan tersebut. Dan jika ingin lebih baik lagi maka anda bisa sedikit bercerita soal bagaimana suka dan duka anda selama menjalani profesi tersebut untuk lebih memperlihatkan pada penguji penguasaan anda.
Biasanya juga, dalam pertanyaan interview kerja yang lebih spesifik akan ditanya mengenai grade kemampuamu, biasanya ditanyakan seperti ini: “Jika ada angka 1 sampai 10 maka kira-kira Anda berada di angka berapa untuk menggambarkan tingkat keahlianmu dalam bidang ini?” Nah, disini kamu tidak perlu menjawab 10, cukup berikan yang lebih dari cukup saja, yakni antara 7 dan 8.

4.  Apa target anda jika diterima menjadi karyawan?

Dari semua pertanyaan yang ada sebenarnya ini adalah poin paling penting, jika sampai salah menjawab maka besar kemungkinan tidak akan lolos dalam interview kerja tersebut. Ini pernah dialami oleh penulis sendiri dimana waktu itu melamar menjadi Marketing Officer di salah satu bank BUMN tapi karena jawaban soal ‘bagaimana minat dan target saya terhadap pekerjaan marketing’ saya jawab dengan “kurang tertarik” maka akhirnya saya pun tidak bisa ikut tahap seleksi selanjutnya. Karena itu, sedapat mungkin berikan jawaban yang realistis, tidak terlalu berlebihan dan juga tidak terlalu sedikit, misalnya “Saya akan berusaha sebisa mungkin melakukan berbagai strategi untuk menghasilkan penjualan terbanyak!” jika seandainya yang dilamar adalah bagian Marketing. Tapi bagaimana bila bagian adminstrasi di Bank atau Hotel? Nah ini lain lagi, usahakan bilang kalau kamu akan mencari segala celah kekurangan dari sistem yang ada dan akan melakukan perbaikan terhadapnya. Sekalipun begitu, tetap katakan kalau kamu akan bekerja sama dengan tim dengan sebaik mungkin.
Jika seandainya perusahaan mencoba menyebutkan jumalah target secara spesifik yang harus dicapai tiap bulannya atau tahunnya, maka katakan saja kalau kamu sanggup dan jangan sekali-kali katakan “tidak bisa!” sebagaimana tips agar mudah lolos interview yang telah dibahas oleh Caraspot di artikel sebelumnya. Ini dilakukan karena hampir semua bisnis yang dilakukan menyaratkan adanya target dan anda sebagai karyawan sudah pasti harus ikut aturan. Kalau pun nantinya tidak berhasil, ya apa boleh buat yang penting sudah berusaha dengan baik.

5.  Kenapa keluar dari perusahaan sebelumnya?

Jangan sampai ketika menjawab pertanyaan interview di atas kamu malah memberikan jawaban negatif yang bisa membuat pewancara curiga kalau jangan sampai kamu keluar karena melakukan kesalahan atau kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Karena itu usahakan cari kata-kata yang pas, misalnya karena perusahaan sebelumnya tutup jadi saya harus cari tempat kerja lain atau karena pindah domisili jadi harus pindah kerja juga atau apalah yang penting bukan yang tidak disukai perusahaan, seperti karena bertengkar dengan teman kerja, karena tidak bisa mengejar target, perusahaannya terlalu banyak aturan dan lain sebagainya yang mana jika kamu sampaikan malah akan memberi penilaian buruk pada dirimu.

6.  Sebutkan 3 kekurangan dan 3 kelebihanmu

Dari beberapa tempat yang penulis pernah tempati melamar pekerjaan, pertanyaan di atas hampir selalu muncul dan kalau kita tidak siap terkadang akan membuat kita bingung sendiri, terutama kalau harus menyebut kekurangan sendiri. Adapun mengenai kelebihan maka sebaiknya sebutkan yang ada hubungannya dengan pekerjaan, misalnya senang belajar hal baru, sanggup bekerja dengan target, selalu menyelesaikan pekerjaan tetap waktu, jujur (terkadang ini kelebihan yang paling disenangi pemilik usaha) dan lainnya. Mengenai kekurangan, kalau bisa tetap yang memiliki nilai positif, misalnya kalau kerja selalu lupa waktu karena terlalu serius, terlalu berambisi kalau mengejar sesuatu, dan sebagainya.

7.  Apa obsesi kamu bekerja di sini?

Kalau contoh pertanyaan interview ini muncul saat wawancara kerja maka pastikan jawabannya tidak bertele-tela, cukup jawab saja kerena ingin memenuhi kebutuhan keluarga dan senang dengan dunia dari bidang yang anda lamar. dua jawaban ini saya kira sudah cukup untuk mempengaruhi pewancara agar memilih anda sebagai salah satu karyawannya.

8.  Seberapa lama kamu ingin bekerja di tempat kami?

Ini juga penting karena perusahaan ingin tahu apakah kamu betul memiliki sifat loyalitas yang tinggi atau hanya ingin coba-coba dan beberapa bulan kemudian keluar kerja karena ada tawaran menarik. Katakan saja kalau kamu akan bekerja selama dibutuhkan atau sampai pensiun jika seandainya diterima.

9. Berapa gaji yang Anda inginkan?

Ini juga salah satu pertanyaan faforit banyak perusahaan saat melakukan seleksi karyawan, terutama setelah melewati semua proses kecuali interview kerja. Ini bisa menentukan bisa juga tidak, tapi bila misalnya tinggal ada 2 calon yang akan memperebutkan 1 lowongan saja maka biasanya yang diterima yang tidak terlalu berlebihan meminta jumlah gaji setiap bulannya, secara… semua perusahaan hampir semua lebih senang dengan karyawan yang tidak terlalu meminta gaji tinggi dan mau digaji seadanya. Nah, untuk tipsnya, sebaiknya berikan saja jawaban yang normatif dan tidak spesifik menyebut angka, misalnya “tergantung kebijakan perusahaan dan UMR yang ditetapkan oleh pemerintah” atau bisa juga bilang “karena telah berpengalaman jadi saya minta sedikit lebih tinggi dari yang sebelumnya!” Dan kalau ditanya berapa jumlahnya maka sebutkan saja tapi tetap jangan ngotot ingin sesuai dengan yang anda sebut karena nantinya kalau kerjamu bagus juga pasti akan ada kenaikan.



sumber: http://www.caraspot.com/contoh-pertanyaan-interview-kerja-beserta-jawabannya-di-bank-hotel-administrasi-fresh-graduate-dsb.html

Interview Karyawan (P1)

Tips wawancara kerja yang baik dan benar agar sukses diterima kerja



setiap orang yang melamar sebuah pekerjaan akan melakukan sesi wawancara kerja pada tahap selanjutnya.
Wawancara kerja sejatinya adalah sebuah proses yang dilakukan pada saat anda menerima panggilan kerja. Proses wawancara juga merupakan tahapan proses kedua setelah anda melayangkan surat lamaran kerja atau CV pada suatu perusahaan. Selain test dan psikotest, wawancara kerja juga menjadi salah satu faktor penentu perihal diterima atau tidaknya seorang pelamar kerja untuk bisa bekerja di perusahaan yang diinginkan.
Banyak dari pelamar yang mengalami kegagalan pada saat wawancara kerja karena memberikan jawaban yang kurang tepat atas pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara karena salah satu alasan mengapa dilakukan wawancara kerja yaitu untuk melihat personaliti anda serta seberapa antusias diri anda untuk bisa bergabung diperusahaan yang anda lamar. 
Saat wawancara, jangan pula anda melupakan gaya berbusana anda karena busana yang anda kenakan juga menjadi salah satu faktor kesuksesan anda saat wawancara kerja. Sebagai contoh misalnya anda melamar di perusahaan yang bergerak dibidang fashion, tentunya pada saat anda akan melakukan wawancara kerja anda wajib berbusana dengan tampilan yang elegan serta sedikit modis agar terkesan sesuai dengan budaya berbusana di perusahaan tempat anda melamar.
Untuk informasi selengkapnya mengenai Tips persiapan wawancara kerja yang perlu diperhatikan agar sukses diterima kerja, maka beberapa tips ini mungkin bisa bermanfaat sebagai referensi anda saat melakukan wawancara kerja:
1. Cari tahu profil perusahaan yang anda lamar.
Ada baiknya jika anda mencari tahu terlebih dahulu perihal profil tempat anda melamar sebelum jatuh waktunya wawancara kerja. Anda bisa melakukannya sehari sebelumnya dari berbagai sumber baik dari media maupun internet agar anda tidak terlihat bingung saat anda ditanya mengenai perusahaan yang anda lamar. Anda juga bisa menyampaikan pandangan pribadi anda mengenai perusahaan tersebut sebagai bentuk ketertarikan serta keseriusan anda untuk bisa bergabung di perusahaan yang anda lamar. 
2. Datanglah lebih awal.
Anda bisa datang 15-20 menit lebih awal untuk merapikan serta mempersiapkan diri anda. Dan jika anda mengalami keterlambatan, segera informasikan kepada pewawancara dengan menghubungi perusahaan tersebut.
3. Ucapkan salam.
Saat anda memasuki ruangan, ucapkanlah salam dengan intonasi suara yang tepat. Misalnya dengan ucapan salam "Selamat pagi Pak/Bu", atau anda bisa menambahkan kata-kata pamungkas "Senang bisa bertemu dengan anda" atau "Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda". Kata-kata pujian atau complimentary merupakan kata-kata yang pasti setiap orang senang mendengarnya.
4. Jabat tangan.
Sodorkan tangan anda sekaligus perkenalkan diri anda. Genggam tangan pewawancara dengan hangat dan erat namun tidak terlalu keras tapi juga tidak terlalu lemah.
5. Jangan duduk sebelum dipersilahkan.
Tetap pada posisi anda, jangan langsung duduk sebelum anda dipersilahkan untuk duduk. Meskipun terkesan sederhana, namun pewawancara sesungguhnya bisa menilai attitude atau sikap anda dari hal tersebut. Duduklah dengan tegak namun santai dan tetap sopan sehingga anda bisa melakukan wawancara dengan rileks.
6. Tebarkan senyum dan lakukan kontak mata.
Tebarkan senyum hangat dan lakukan kontak mata kepada pewawancara. Kontak mata merupakan salah satu indikasi rasa percaya diri serta salah satu bentuk fokus perhatian dari anda yang diberikan kepada pewawancara.
7. Ceritakan diri anda dengan jujur.
Deskripsikan diri anda secara jujur dan terbuka dengan bahasa yang tepat. HRD pasti telah seringkali melakukan proses wawancara kerja, oleh karenanya seorang HRD yang berpengalaman pasti mengetahui saat anda berbicara jujur ataupun saat tengah berbohong.
8. Tunjukan antusiasme dan semangat.
Antusiasme adalah salah satu sikap yang bisa ditangkap oleh lawan bicara, dalam hal ini oleh pewawancara. Oleh karenanya antusiasme anda bisa menunjukan rasa ketertarikan anda terhadap posisi yang ditawarkan. Anda juga bisa menyampaikan ide-ide kreatif yang mungkin anda bisa lakukan jika anda nanti diterima. Utarakan ide-ide kreatif secukupnya saja dengan tidak menyebutkannya terlalu detail. Ide-ide yang anda lontarkan pastinya akan membuat pewawancara menjadi penasaran terhadap kemampuan serta ide-ide anda selanjutnya.
9. Selipkan humor cerdas.
Tak ada salahnya jika anda menyelipkan beberapa humor yang cerdas saat anda memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara. Selain bisa untuk mencairkan suasana, humor yang cerdas juga mencerminkan bahwa diri anda adalah orang yang hangat dan ramah. Namun jangan pula terlalu berlebihan karena humor yang berlebihan akan memperlihatkan bahwa anda bukanlah tipe orang yang bisa serius.
10. Ucapkan terima kasih saat wawancara berakhir.
Jangan lupa untuk mengucapkan banyak terima kasih atas waktu yang telah diberikan pewawancara kepada anda.
Demikianlah beberapa tips wawancara kerja yang baik dan benar agar sukses diterima kerja. Semoga tips ini dapat bermanfaat bagi anda. Tips ini ditulis oleh admin www.spektrumdunia.com - blog tips gaya hidup modern dari berbagai sumber di internet serta berdasarkan pengalaman pribadi. 
  


sumber : http://www.berjibaku.com/2012/09/tips-wawancara-kerja-yang-baik-dan.html